Iran Bantah Klaim Gencatan Senjata Amerika Serikat dengan Israel

Menteri Luar Negeri (Menlu) Iran Seyed Abbas Araghchi membantah klaim pemerintahnya telah menyetujui kesepakatan gencatan senjata yang ditengahi Amerika Serikat (AS) dengan Israel, sambil mengisyaratkan negaranya siap untuk menghentikan permusuhan.
Pernyataan Araghchi muncul setelah wawancana telepon eksklusif Presiden AS Donald Trump dengan NBC News, Senin (23/4/2025) malam waktu setempat. Trump mengatakan, gencatan senjata Israel dan Iran akan berlangsung “selamanya”.
“Sampai saat ini, TIDAK ADA ‘kesepakatan’ tentang gencatan senjata atau penghentian operasi militer,” tegas Menlu Iran Seyed Abbas Araghchi dalam sebuah unggahan di media sosial X pada pukul 4:16 pagi waktu setempat. Ia menambahkan, jika Israel menghentikan agresinya paling lambat pukul empat pagi waktu Iran, pihaknya tidak berniat untuk melanjutkan serangan.
Pernyataan itu menyusul pernyataan Trump tentang gencatan senjata yang akan segera terjadi.
“Dengan asumsi semuanya berjalan sebagaimana mestinya, yang pasti akan terjadi, saya ingin mengucapkan selamat kepada kedua Negara, Israel dan Iran, karena memiliki Stamina, Keberanian, dan Kecerdasan untuk mengakhiri, apa yang seharusnya disebut ‘PERANG 12 HARI’,” tulis Trump di media sosialnya Truth Social.
Israel belum mengonfirmasi secara terbuka bahwa mereka telah menerima jadwal gencatan senjata Trump.
Sebelumnya pada hari itu, Trump berterima kasih kepada Iran karena memberi AS pemberitahuan sebelumnya tentang serangan rudal yang akan datang di Pangkalan Udara Al Udeid milik Amerika di Qatar.
“(Pemberitahuan itu) memungkinkan tidak ada nyawa yang hilang, dan tidak ada yang terluka,” unggahnya di media sosial.
Temuan itu membantu menginformasikan keputusan Kedutaan Besar AS di Doha untuk mencabut perintah berlindung di tempat yang dikeluarkan sebelum serangan itu.
Pemerintah Qatar membuka kembali wilayah udara sipilnya hanya enam jam setelah serangan itu.
Indeks pasar saham AS ditutup lebih tinggi pada hari Senin karena optimisme soal pembalasan Iran atas pemboman AS terhadap fasilitas nuklirnya akan terbatas pada serangan rudal.
Demikian pula, harga minyak turun karena para pedagang menarik napas lega setelah berhari-hari khawatir konflik yang lebih luas dapat memaksa kapal tanker untuk menghindari jalur pelayaran vital seperti Selat Hormuz.
Sumber: Investor.id
