Proyeksi Harga Emas yang Bikin Resah

Harga emas dunia turun lebih dari 2% pada Rabu (14/5/2025), terjun ke level terendah dalam lebih dari satu bulan. Sentimen terkait kesepakatan dagang global memicu peningkatan selera risiko investor dan mendorong mereka keluar dari aset safe haven seperti emas.
Dikutip dari Reuters, harga emas spot turun 2,1% menjadi US$ 3.180,5 per ons, menyentuh level terendah sejak 11 April. Di awal sesi, emas sempat menyentuh level US$ 3.174,62. Sementara itu, kontrak berjangka emas Amerika Serikat (AS) ditutup melemah 1,8% di level US$ 3.188,30 per ons.
“Reli global yang dipicu oleh pengurangan tajam tarif antara AS dan China telah memicu koreksi teknikal pada harga emas,” kata Tai Wong, trader logam independen.
Analis pasar di City Index dan FOREX.com Fawad Razaqzada mengatakan, meski tren jangka panjang masih positif, tidak akan terkejut jika tekanan penurunan harga masih berlanjut dalam beberapa hari ke depan.
“Level support harga emas berikutnya diprediksi berada di US$ 3.136, lalu US$ 3.073, dan selanjutnya di area psikologis penting US$ 3.000,” ungkapnya.
Saat berita ini disusun, harga emas dunia ada di kisaran US$ 3.154 per ons (-1%). Berdasarkan data Trading Economics.
Sementara itu, pakar komoditas berpengalaman Carley Garner sempat mengungkap prediksi jatuhnya Harga emas, saat lembaga keuangan global menaikkan perkiraannya. Prediksi Garner bisa bikin frustrasi.
“Ini akan menjadi opini yang tidak populer, tetapi saya tidak berpikir (reli emas) itu berkelanjutan,” kata Garner dalam sebuah wawancara TheStreet belum lama ini.
“Saya pikir pasar emas sedang mengalami sedikit puncak yang meledak (blow-off top),” sambungnya.
Sumber : Investor.id
